Penelitian Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional (KLN)

Dalam era globalisasi sekarang ini, seorang peneliti selain dituntut untuk dapat melakukan kerjasama penelitian dengan peneliti lainnya di dalam negeri, juga diharapkan mampu melakukan kolaborasi dengan para peneliti di luar negeri. Hal ini dipandang perlu mengingat begitu cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga melalui kerjasama dengan pihak luar negeri diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas penelitian dan jumlah publikasi hasil penelitian dari para peneliti Indonesia dalam jurnal ilmiah bereputasi Internasional.

Meskipun dalam beberapa tahun terakhir ini telah banyak dibuat MoU dalam bidang penelitian antara perguruan tinggi di Indonesia dengan perguruan tinggi di luar negeri, namun realisasi di lapangan dalam menindak lanjuti MoU tersebut masih sangat sedikit. Pada umumnya kerjasama para dosen Indonesia dengan pihak luar negeri dalam bidang penelitian masih bersifat individual, sehingga kesetaraan kerjasama tersebut tidaklah seimbang, akibatnya hak kepemilikan atas data hasil penelitiannya sebagian besar dimiliki oleh mitranya dari luar negeri. Keterbatasan dana pendamping dari pihak perguruan tinggi Indonesia dalam memfasilitasi para dosennya untuk melakukan kerjasama penelitian dengan pihak luar negeri merupakan salah satu faktor utama sulitnya menjalin kerjasama dan rendahnya posisi tawar para dosen dari Indonesia.

Sampai saat ini jumlah publikasi internasional dari para peneliti Indonesia masih relatif sedikit dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN sekalipun. Faktor penyebab rendahnya publikasi ilmiah pada jurnal ilmiah bereputasi internasional dari para dosen di perguruan tinggi di Indonesia diduga karena beberapa alasan, sebagai berikut:

  1. Kurangnya rasa percaya diri terhadap kualitas penelitiannya dibandingkan dengan kualitas penelitian para ilmuwan di negara-negara yang telah maju.
  2. Kurangnya kemampuan untuk menganalisis dan menginterpretasikan hasil penelitiannya secara komprehensif.
  3. Rendahnya dorongan dan motivasi para dosen untuk menuliskan hasil penelitiannya pada jurnal ilmiah bereputasi internasional.
  4. Kurang dikenalnya para peneliti dari perguruan tinggi di Indonesia di forum jurnal
  5. Rendahnya dukungan finansial untuk melakukan penelitian yang berkualitas.

Keadaan ini tentunya sangat memprihatinkan dan perlu upaya untuk meningkatkan output penelitian dari para dosen perguruan tinggi di Indonesia. Untuk mendorong peningkatan jumlah publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi internasional, maka dipandang perlu dikeluarkan suatu program Penelitian Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional.

Tujuan

Tujuan program penelitian Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional adalah:

  1. memperluas jejaring (network) penelitian dari para peneliti perguruan tinggi di Indonesia dengan mitranya di luar negeri sehingga akan tercipta pemanfaatan sumberdaya dan fasilitas bersama antar lembaga secara berkesinambungan;
  2. meningkatkan kemampuan para peneliti di perguruan tinggi Indonesia untuk melakukan kerjasama penelitian dengan lembaga mitra di luar negeri;
  3. meningkatkan pengakuan internasional (international recognition) bagi penelitian yang dilakukan;
  4. meningkatkan mutu penelitian dan jumlah publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah bereputasi internasional;
  5. meningkatkan citation index para peneliti Indonesia;
  6. meningkatkan mutu dan kompetensi para dosen di perguruan tinggi Indonesia; dan
  7. memfasilitasi para dosen perguruan tinggi di Indonesia yang sedang atau akan melaksanakan kerjasama penelitian dengan lembaga mitra di luar negeri khususnya dengan negara-negara maju.

Output Penelitian

Output wajib hibah penelitian ini adalah publikasi ilmiah dalam jurnal bereputasi internasional minimum satu buah per tahun.

Sedangkan output tambahan penelitian ini adalah:

  1. terciptanya jejaring (network) penelitian antara dengan peneliti di perguruan tinggi/lembaga penelitian di luar negeri;
  2. invensi frontier bagi para peneliti Indonesia yang kepemilikannya mengacu pada konvensi internasional; dan
  3. HKI, buku/bahan ajar, teknologi tepat guna dan lainnya.